Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Ingat dengan rangkaian kalimat diatas? Tampaknya peribahasa tersebut cocok untuk disematkan pada proses perjalanan karir Rita Ora hingga terciptanya album kedua yang baru dirilisnya beberapa waktu lalu. Sejak perilisan album debutnya yang berjudul “Ora” pada tahun 2012, butuh 6 tahun lamanya bagi “Phoenix” untuk mengembangkan sayapnya dan terbang melihat ‘dunia luar’.

Dengan penuh percaya diri, “Phoenix” pun dirilis sebagai tanda ‘lahir kembali’ seorang Rita Ora setelah jatuh bangun yang dialami dalam meniti karirnya. Dan pembuktian tersebut tidak sia-sia, karena “Phoenix” merupakan sebuah album yang menarik untuk disimak. Rasanya sangat pantas jika disebut sebagai salah satu album terbaik yang dirilis tahun 2018.

Terlalu naif? Tentu saja tidak. Bisa dibuktikan lewat setengah koleksi di albumnya yang telah dirilis sebelumnya. ‘Your Song’, single pertama buah pena Ed Sheeran dan Steve Mac yang mendapat sambutan cukup meriah tahun lalu. Balada electropop berjudul ‘Anywhere’ yang menjadi salah satu highlight di album. Serta ‘Let You Love Me’ yang hadir dengan beat yang adiktif dan lirik yang mudah diingat. Kolaborasinya dengan Avicii berjudul ‘Lonely Together’ dimasukkan dalam tracklist sebagai bentuk tribute bagi DJ asal Swedia tersebut. Kehadiran ‘For You’, duetnya dengan Liam Payne dalam soundtrack Fifty Shades Freed serta lagu baru hasil kolaborasinya dengan Rudimental berjudul ‘Summer Love’ menjadi mata rantai yang agak menyimpang dari komposisi yang sudah tertata rapi dan sempurna. Sedangkan single kontroversial keroyokannya dengan Bebe Rexha, Charli XCX dan Cardi B berjudul ‘Girls’ terasa lebih cocok untuk menjadi tambahan untuk edisi deluxe.

Sejumlah lagu baru yang hadir melengkapi albumnya turut mencuri perhatian dan tidak bisa dikesampingkan oleh buaian deretan single yang telah dikenal lebih dulu. ‘New Love’ yang tampil dalam alunan tropical bop dengan sentuhan elektronik tersebut adalah sebuah lagu fun yang brilian. Dan ‘Only Want You’, balada elektro menyentuh yang dibawakan dengan sangat manis. ‘Keep Talking’ dan ‘Hell of a Life’ menjadi sajian penutup yang pas untuk sebuah album pop yang ‘kaya’ tersebut.

Empat buah lagu yang hadir di edisi Deluxe sama menariknya dengan lagu-lagu yang ada di edisi standar. Dan yang paling menarik perhatian adalah ‘Velvet Rope’. Sebuah lagu yang manis, stunning, dengan vokal Rita yang flawless, menjadikan lagu ini paling standout diantara lagu lainnya, dan layak untuk dipertimbangkan menjadi salah satu single berikutnya. Tak ketinggalan, ‘Soul Survivor’ yang menjadi lagu penutup album, the most personal track bagi Rita Ora sekaligus sebuah clap back bagi orang-orang yang berusaha menjatuhkan dirinya dan juga karirnya.

Pada dasarnya, “Phoenix” adalah sebuah album yang membungkus kisah asmara serta proses pendewasaan diri yang dikemas dalam bentuk rangkaian lagu dengan danceable beat yang impresif. Sebuah karya yang worth-to-wait dan patut dipuji. Dari pop bangers sampai balada melodius, keseluruhan album ini menjadi bukti nyata kemampuan serta kecakapan Rita Ora dalam bermusik. Risen from the ashes, she’s here to stay.

Berikut adalah tracklist “Phoenix”:
1. Anywhere
2. Let you Love Me
3. New Look
4. Lonely Together – with Avicii
5. Your Song
6. Only Want You
7. First Time High
8. For You (Fifty Shades Freed) – with Liam Payne
9. Summer Love – with Rudimental
10. Girls – feat Cardi B, Bebe Rexha and Charli XCX
11. Keep Talking – feat Julia Michaels
12. Hell of a Life

Deluxe Edition:
13. Velvet Rope
14. Falling to Pieces
15. Cashmere
16. Soul Survivor